Membangun Kemandirian Petani dan Peternak Indonesia

Posts tagged ‘pakan organik’

Kedahsyatan ENZIM NATURA, Meningkatkan Produksi Perikanan


Enzim merupakan produk Bioteknologi yang memiliki kemampuan dahsyat menonaktifkan faktor anti-nutrisi (seperti asam fitat) pada pakan ternak serta mampu meningkatkan nilai gizi dan protein nabati pada pakan yang diberikan pada ikan dan udang. Enzim dalam NATURA memiliki cara alami yang luar biasa untuk mengubah komponen pakan yang kompleks menjadi nutrisi yang mudah diserap ikan dan udang. Penambahan enzim NATURA dalam pakan dapat meningkatkan pemanfaatan nutrisi sekaligus dapat mengurangi biaya pakan dan pelepasan (ekskresi) nutrisi ke lingkungan.

Kesuksesan dan keberlanjutan budidaya perikanan (akuakultur) sangat tergantung pada pakan yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pakan merupakan biaya operasional yang utama mencapai 50 sampai 60% dari total biaya budidaya. Enzim NATURA memberikan alternatif meningkatkan kualitas pakan dan menurunkan biaya produksi pakan sekaligus ramah lingkungan

Penambahan enzim phytase dalam NATURA dapat mengurangi pelepasan nutrisi ke lingkungan dengan membuat fosfor terikat, sehingga tersedia dan efektif diserap oleh tubuh ikan dan udang. Enzim Fitase ditambahkan ke diet meningkatkan protein dan pencernaan asam amino pada ikan.

Enzim NATURA dan Manfaatnya

Amilase Menguraikan makromolekul amilum dalam pakan menjadi     nutrisi yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas produk perikanan.
Fitase Meningkatkan protein dan pencernaan asam amino pada ikan.Meningkatkan energi metabolis dari pakan dengan mengurangi fitat-lipid kompleks.
Pektinase Menghilangkan faktor anti-nutrisi seperti pektin dan selulosa serta melepaskan Gizi dan meningkatkan daya cerna pakan.
Protease Mengurai lemak dan meningkatkan daya cerna ternak.
Selulase Menghidrolisis Selulosa menjadi glukosa dan meningkatkan produktivitas ternak dan meningkatkan Rasio Pemanfaatan pakan.
β-glukanase Menghilangkan efek berbahaya dari β-glucan dan menghidrolisisnya menjadi gula dan meningkatkan nilai gizi pakan.
Xlanase Efektif mendegradasi xylan dan menghilangkan anti-gizi pada pakan serta meningkatkan Rasio Pemanfaatan pakan ternak.

 

Sukses Beternak Ayam Broiler dengan SOLAGRI 3


Bapak Ana, peternak Ayam Broiler di Padalarang yang sudah mengaplikasikan SOLAGRI 3

Tren penggunaan enzim pada pakan unggas di dunia terus meningkat, termasuk Indonesia. Biokatalis yang mempercepat reaksi-reaksi kimia ini, kini dijadikan pilihan pertama dalam mengoptimalkan performa produksi unggas sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Penggunaan enzim seperti phytase pada pakan broiler (ayam pedaging) di Amerika Serikat sekarang mencapai sekitar 95 %. Tingginya penggunaan ini, karena pabrik pakan memahami bagaimana cara kerja dan manfaatnya, yaitu dapat menurunkan biaya pakan karena menurunkan level penggunaan P (fosfor) inorganik. Sekaligus menurunkan ekskresi P pada feses.

Di Indonesia sendiri penggunaan enzim phytase pada pakan layer (ayam petelur) sudah mencapai sekitar 95 %. Enzim jenis lain yang mendegradasi NSP seperti β-mannanase cukup banyak digunakan pada pakan unggas. Suplementasi β-mannanase terbukti mampu meningkatkan utilitas energi pada pakan unggas yang berbasis jagung-kedelai dan berpotensi menurunkan biaya pakan. Ini karena enzim ini dapat menghidrolisa β-mannan yang terkandung dalam tepung kedelai.

Indonesia memiliki jumlah Palm Kernel Meal (PKM – tepung inti sawit) dalam jumlah yang banyak  dan sangat potensial  dijadikan sebagai bahan pakan alternatif untuk unggas sebagai upaya efisiensi. PKM mengandung banyak β-mannan. β-mannan juga tergolong serat antinutrisi yang berdampak negatif pada performa produksi unggas. Karena jumlah β-mannan-nya banyak sehingga membuat penggunaan PKM jadi terbatas. Enzim β-mannanase dapat menghidrolisa β-mannan yang banyak tersebut, sehingga tidak terdapat lagi efek negatif pada unggas dan bahkan meningkatkan ketersediaan energi.

SOLAGRI 3, Multi Enzim
Berkenaan dengan banyaknya manfaat enzim dan kombinasinya dalam pakan, menantang saya untuk mengkombinasikan 7 (tujuh) jenis enzim dari isolat mikroba lokal dalam sebuah produk spektakuler, yaitu SOLAGRI 3.  Dalam proses penelitian dan ujicoba di lapangan selama kurun waktu lebih dari 5 tahun, saya dan tim sudah melakukan penelitian dan ujicoba langsung ke lapangan terhadap kombinasi 7 enzim ini pada unggas.

Aplikasi SOLAGRI 3 untuk meningkatkan produksi dan menekan kematian Ayam Broiler sudah dilakukan di peternakan binaan Fiesta di Padalarang. Selama ujicoba, SOLAGRi 3 mampu memberikan respon positif pada ternak Ayam Broiler. Tingkat kematian menurun drastis hingga 85% selama masa ujicoba, utamanya pada anak Ayam usia 1 – 15 hari.

“Alhamdulillah, pertumbuhan DOC melaju pesat dengan kematian yang rendah, hanya kurang dari 1%. Bobot ayam 1 kg tercapai lebih cepat dari biasanya (kontrol), paling tidak 2 – 3 hari lebih cepat. Kondisi kandang lebih bersih, karena kotoran ayam tidak becek (lembek) dan tidak berbau seperti selama ini”. Jelas Bapak Ana setelah lebih dari 25 hari menggunakan SOLAGRI 3 pada ayamnya dengan populasi mencapai 20.000 ekor di padalarang baru-baru ini (*Kabelan Kunia)

Produksi Susu Sapi Perah Meningkat Berkat SOLAGRI 3


“Berkat SOLAGRI 3, susu sapi saya meningkat produksinya” (Bapak Asep)

CISARUA. Peternakan sapi merupakan salah satu bidang agro industri yang berperan dalam pembangunan nasional. Namun, banyak kendala yang sering dialami oleh para peternak sapi lokal, diantaranya adalah rendahnya tingkat pertambahan bobot badan, rendahnya produksi susu pada sapi perah, rendahnya tingkat pertumbuhan sapi, dan panjangnya jarak beranak sapi. Ketiga faktor tersebut antara lain dipengaruhi oleh efisiensi konversi pakan untuk tumbuh dan berkembang biak. Kendala tersebut sekarang dapat diatasi dengan mengintroduksikan suatu Enzim plus Probiotik ke dalam pakan konsentrat, air dan hijauan.

SOLAGRI 3 Enzim dan Probiotik mampu menjadi solusi jitu mengatasi permasalahan di kalangan peternak sapi, khususnya Sapi Perah di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peningkatan produktivitas susu sapi dari 20 Liter/ ekor/ hari menjadi 25 Liter/ ekor/ hari. Demikian juga dengan hasil kualitas Total Solid (TS) yang meningkat menjadi 12 dari hanya 9 – 10.

Maju mundurnya dunia peternakan sangat tergantung pada peran serta kita dalam menangani dunia peternakan itu sendiri. Peternakan sebagai pelaku utama dalam pembangunan, dituntut untuk berbuat yang mengacu pada upaya bagaimana cara menangani, mengembangkan dan membudidayakan ternak, sehingga dengan demikian ternak dapat berhasil guna dan berdaya guna (*Kabelan Kunia)

“SOLAGRI 3 betul-betul memberikan manfaat buat sapi saya”. (Bapak Wawan)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.