Anggur Bali Berbuah Lebat Berkat EvaGROW


Anggur (Vitis vinifera/ Vitis labrusca) merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Buah ini biasanya digunakan untuk membuat wine, jus anggur, jelly, minyak biji anggur dan kismis atau dimakan langsung.  Buah ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol dan resveratol yang berperan aktif dalam berbagai metabolisme tubuh, serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit lainnya. Aktivitas ini juga terkait dengan adanya senyawa metabolit sekunder di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas.
Anggur merupakan salah satu tanaman yang hidup pada daerah dataran rendah. Tidak seperti kebanyakan tanaman lainnya, tanaman anggur justru membutuhkan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan agar dapat tumbuh dengan baik dan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi. Curah hujan yang diperlukan oleh tanaman ini hanya 800 mm per tahun. Oleh karena itu, penyiraman yang berlebihan dapat mengganggu proses pembuahannya. Suhu untuk tumbuh maksimal adalah 31oC dan suhu minumum adalah 23oC dengan kelembapan udara berkisar antara 75-80%. Oleh karenanya tanaman Anggur banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di Jawa Timur, Nusa Tenggara  Timur dan Bali.
Tanaman Anggur yang mulai berbunga setelah aplikasi EvaGROW

Hanya beberapa jenis tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman anggur dengan baik. Secara umum, tanah tersebut harus mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang cukup agar tanaman tidak mengalami transpirasi berlebihan. Selain itu, tanah yang digunakan harus subur dan bertekstur gembur agar terdapat asupan nutrisi dan pasokan udara yang baik. Tanah tersebut juga harus memiliki derajat keasaman (pH) yang netral, yaitu 7.

Kondisi tanah demikian dapat terjadi bilamana aplikasi kompos dengan ORGANODegra berlangsung dengan baik pada saat masa persiapan lahan. Kemudiaan pada periode pemeliharaan, tanah harus dipupuk menggunakan pupuk hayati EvaGROW yang akan menjamin kesuburan dan terpeliharanya mikroorganisme ‘baik’ dalam tanah yang membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman Anggur.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Bapak Putu Susilawan, anggota Koperasi Ekonomi Rakyat Nusantara (KERaN) di Bali yang sudah mengaplikasikan pupuk hayati EvaGROW pada tanaman Anggur di sana. “Anggur yang diujicoba tidak memakai pupuk kimia, tetapi hanya menggunakan EvaGROW, aplikasi seminggu sekali, dan baru 4 kali penyiraman. Hasilnya, setiap cabang tumbuh diikuti dua tangkai buah yg biasanya hanya satu, daun lebih lebar dan warna lebih hijau. Setelah umur anggur 21 hari, ternyata tumbuh cabang baru dan muncul buah dari setiap tangkainya. Hal ini belum pernah terjadi selama menggunakan pupuk kimia yg mahal, sulit didapat dan merusak tanah. Inilah bukti nyata keampuhan pupuk hayati EvaGROW”. Tulisnya di Wall Facebook.

Demikianlah bahwa tanah yang kaya bahan organik melalui suplai kompos/ pupuk organik secara berimbang akan membangun ‘reaktor’ bagi berlangsungnya proses biologis dalam tanah. Reaktor yang terbentuk akan memacu mikroba EvaGROW untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman Anggur, sehingga  proses tumbuh dan berkembang bahkan produksinya menjadi maksimal (Kabelan Kunia/ EvaGROW/05/08/2011).

About Kabelan Kunia

NATURA go Organic... Halal, sehat dan ramah lingkungan

Posted on August 4, 2011, in KERaN, NATURA, Testimoni. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: