Kerjasama SOLAGRI 1 dan Balai Besar Tanaman Padi – Sukamandi


Aplikasi SOLAGRI 1 di areal persawahan Balai Besar Tanaman Padi Sukamandi

SUKAMANDI-SUBANG. Produsen pupuk hayati unggul CV. Bangkit Solusi Agrindo bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi  melakukan panen padi di lahan seluas lebih dari 2 hektar hasil ujicoba aplikasi pupuk hayati SOLAGRI 1 di areal sawah Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi, Subang (9/2).
 
Kerjasama ini merupakan bentuk sinergi antara produsen pupuk swasta dan Balai Besar Padi untuk mendapatkan sebuah produk pupuk yang berkualitas. “Ini merupakan ujicoba perdana dan akan kita laksanakan secara berkelanjutan. Kalau ini berhasil, maka kita akan memproduksi dan mempromosikan pupuk hayati unggul SOLAGRI 1 secara komersil ke seluruh petani,” kata Direktur CV. Bangkit Solusi Agrindo, Kabelan Kunia di sela-sela memotong padi bersama di area persawahan.
 
Dikatakannya, pupuk hayati SOLAGRI 1 sangat berguna untuk mengurangi takaran pemakaian pupuk an-organik (kimia), bahkan sangat membantu petani karena biaya rendah dan mendapatkan kualitas bagus. “Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam penggunaan pupuk organik/ hayati serta menjaga kondisi tanah agar tetap baik,” katanya.
 
Mikroba Unggul
Menurut Kabelan, dalam kerja sama ini perusahannya mengembangkan beberapa mikroba unggul, antara lain mikroba Azetobacter sp. dan Azosprillum sp. sebagai pengikat nitrogen (N) bebas dari udara, mikroba Bacillus sp. dan Aspergillus sp. sebagai pelarut Phosphat (P) dan pelarut kalium (K) dalam tanah dan mikroba Trichoderma sp. sebagai  pengendali hama dan patogen di sawah dan lahan. Di samping itu dalam SOLAGRI 1 mengandung mikroba Mikoriza yang sangat terbukti mampu menyimpan dan menyediakan air di waktu kekeringan, menghambat patogen akar dan mampu menyiapkan Phosfat (P) tersedia untuk tanaman.
 
Aplikasi ini dilakukan pada tanaman Padi untuk melihat respons pertumbuhan Padi dari mulai pembenihan sampai hasil panen. Ditambahakan, metode aplikasi dilakukan dengan cara menggunakan pupuk hayati SOLAGRI 1 dengan dosis 100 persen, 75 persen dan 50 persen. Sebagai pembanding kontrol lahan padi yang menggunakan pupuk an-organik 100 persen (tanpa pupuk SOLAGRI 1).
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan jumlah anakan (rata-rata 60 batang) dan tinggi batang Padi responsnya lebih baik dibandingkan dengan pengurangan pupuk an-organik 50 persen dan bahkan 100 persen, sehingga dapat menghemat pupuk an-organik antara 50 sampai 100 persen setiap hektar. Normal penggunaan pupuk an-organik 250 sampai 300 kg per hektar.
 
Hasil produksi padi (GKP) meningkat dari 5 ton/ hektar menjadi 8 ton/ hektar. Peningkatan poduksi panen ini sudah barang tentu sangat menggembirakan kedua belah pihak untuk lebih mengintensifkan kerjasamanya. Diharapkan dari hasil kerjasama ini mampu menjawab tantangan swasembada pangan, kususnya beras pada masa-masa yang akan datang. Optimisme ini tergambar dari tatapan semangat para petani yang ssudah mengaplikasikan pupuk hayati unggul SOLAGRI 1 di lahan-lahan sawah mereka. (*Kabelan Kunia)

Aplikasi SOLAGRI 1 kerjasama dengan Balai Besar Tanaman Padi Sukamandi

About Kabelan Kunia

NATURA go Organic... Halal, sehat dan ramah lingkungan

Posted on February 15, 2012, in SOLAGRI, Testimoni and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: