Panen Kentang Meningkat >35 ton/ ha Berkat NATURA


BUDIDAYA KENTANG ORGANIK BERSAMA NATURA

100_7136

Aplikasi NATURA Pupuk Hayati pada Kentang

1. Pembibitan

Bibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang dan stek tunas daun.
Umbi
Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang cukup tua antara 150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul.

Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 80-95%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25 derajat C.
Pilih umbi dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas. Gunakan umbi yang akan digunakan sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja.
Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap ditanam.

Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama 5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah. Hal tersebut harus diperhitungkan secara ekonomis.

Stek Batang dan stek tunas

Cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.

2. Pengolahan Media Tanam

Taburkan kompos (pupuk organik) matang ke semua lahan kentang yang siap diolah. Jika yang dimasukkan adalah kotoran ternak, maka wajib disiram dengan dekomposer kompos NATURA. Fertmentasi di lahan selama 1 – 2 minggu. Selanjutnya lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur benar dan tanah beserta kompos bercampur dengan rata. Ini dilakukan supaya perkembangan akar dan pembesaran umbi berlangsung optimal.

Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah bedengan dibuat tegak lurus kemiringan tanah untuk mencegah erosi.

Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar bedengan dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yang ditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.

3. Teknik Penanaman

3.1. Pemupukan Dasar

  1. Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha atau kotoran sapi 20 ton/ha dicampur rata dengan tanah saat pengelolaan tanah. Siram dekomposer kompos NATURA (2 botol) dan difermentasi kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
  2. Pupuk hayati untuk pemeliharaan mengguanakan NATURA Pupuk hayati sebanyak 10 botol/ musim tanam.

3.2. Cara Penanaman

Bibit yang diperlukan jika memakai jarak tanam 70 x 30 cm adalah 1.300 – 1.700 kg/ha dengan perkiraan umbi bibit berbobot sekitar 30-45 gram.

Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat dan LCB 80 x 40 sedangkan varietas lain 70 x 30 cm.

Waktu tanam yang tepat adalah diakhir musim hujan pada bulan April-Juni, jika lahan memiliki irigasi yang baik/sumber air kentang dapat ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam dimusim hujan. Penanaman dilakukan dipagi/sore hari.

Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 8-10 cm. Bibit dimasukkan ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar umbi. Bibit akan tumbuh sekitar 10-14 hst.

Pada lubang tanam seblum penanaman bibit kentang, siram dengan pupuk hayati NATURA kira-kira ¼ liter/ lubang.

Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika kentang ditanam di dataran medium.

100_7138

3.3. Pemeliharaan Tanaman

3.3.1. Penyulaman

Untuk mengganti tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman. Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit cadangan yang telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan cara mencabut tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada lubang yang sama.

3.3.2. Penyiangan

Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman. Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu vegetatif awal dan pembentukan umbi.

3.3.3. Pemangkasan Bunga

Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara untuk pembentukan umbi dan pembungaan.

3.3.4. Pemupukan

Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk hayati NATURA sangat dibutuhkan tanaman. Dibutuhkan 10 botol pupuk hayati NATURA selama semusim. Pemupukan dilakukan 4 – 6 kali penyemprotan dengan rata-rata 2 botol setiap kali penyiraman.

Jika menggunakan pupuk anorganik disarankan hanya menggunakan maksimal ¼ dosis biasanya. Pupuk Urea hanya dibutuhkan dosis maksimal 50 kg/ha, TSP dengan dosis maksimal 50 kg/ha sedangkan KCl 50 kg/ha.

Kebutuhan Pupuk

Jenis Pupuk Waktu Pemberian Dosis/ hektar
Pupuk Kandang/ Kompos

Ditambah dengan

NATURA Dekomposer

Pengolahan lahan

Pengomposan

15.000 – 20.000 kg.

2 botol

Pupuk anorganik/ Kimia

Urea/ZA

SP-36

KCl

Diberikan ke dalam lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman.

21 hari setelah tanam dan

45 hari setelah tanam

Saat tanam

21 hari setelah tanam dan

45 hari setelah tanam

25 kg

25 kg

50 kg

25 kg

25 kg

NATURA Pupuk Hayati 7-12 hari sekali 1 – 2 botol/ aplikasi

3.3.5. Pengairan

Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air. Pengairan harus dilakukan secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pemberian air yang cukup membantu menstabilkan kelembaban tanah sebagai pelarut pupuk. Selang waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup untuk tanaman kentang. Pengairan dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit) (Salam NATURA/Kabelan Kunia)

NATURA

NATURA Pupuk Hayati diaplikasikan pada Tanaman Kentang

About Kabelan Kunia

NATURA go Organic... Halal, sehat dan ramah lingkungan

Posted on March 13, 2014, in Natura and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Tema BUDIDAYA KENTANG ORGANIK Tema ” akan tetapi daftar SOP nya tercantum Pupuk anorganik/ Kimia ,ZA,KCL, ….mohon penjelasan .Salam

    • Terima kasih pa. Umumnya pada awal2 petani tidak bersedia mengurangi penggunaan pupuk kimia. Maka utk mengakomodir ketakutan petani, kami menyarankan menggunakan pupuk kimia yg dimaksud hanya 25% saja. Namun pada musim tanam selanjutnya, petani sdh bisa full mengurangi pupuk kimia. Terima kasih

    • Pilihannya adalah: kalau mau organik full, tidak diperlukan lagi aplikasi pupuk kimia, Urea, NPK, ZA dll. Gantinya dg menggunakan pupuk organik/kompos minimal 15 ton/ha.

      Pilihan lain, tetap menggunakan aplikasi pupuk hayati NATURA, tapi pupuk kimia digunakan hanya maksimal 50% dari kebiasaan. Pengalaman kami hanya 25% saja sudah cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: