Pupuk Kombinasi Meningkatkan Produksi Kelapa Sawit


100_3285

Pekebun sedang menyemprotkan pupuk NATURA ke pembibitan

 Oleh : Kabelan Kunia

Artikel ini sudah dimuat di Majalah SAWIT INDONESIA Edisi Khusus November 2015 

Lebih dari 60% lahan perkebunan di pulau Sumatera telah mengalami degradasi kesuburan tanah (fisika, kimia dan biologi) yang diindikasikan oleh rendahnya kandungan bahan organik (di bawah 1%). Dampak dari rendahnya kandungan bahan organik ini antara lain tanah menjadi keras dan liat sehingga sulit diolah, respon terhadap pemupukan rendah, tidak responsif terhadap unsur hara tertentu, tanah menjadi masam, penggunaan air irigasi menjadi tidak efisien, meningkatnya patogen tanah seperti Ganoderma, serta produktivitas tanaman perkebunan cenderung rendah dan semakin sulit untuk ditingkatkan.

Hal ini disebabkan cara-cara pengelolaan lahan perkebunan yang kurang tepat, sehingga tanah semakin tandus sementara pemberian pupuk buatan yang terus menerus yang mengakibatkan lahan menjadi miskin akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman serta memburuknya sifat fisik lahan.

Bahan kimia kini sudah over digunakan untuk keperluan perkebunan, sehingga kondisi tanah yang digunakan kebun Kelapa Sawit tidak bertambah subur, tapi malah sebaliknya, tandus dan gersang. Akumulasi racun kimia saat ini sudah mengancam kelangsungan hidup mahluk di dalam dan permukaan tanah perkebunan. Tak hanya manusia saja yang kena imbasnya, tapi makhluk hidup yang lain juga kena getahnya.

Berdasarkan hal tersebut makin berkembang alasan untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia dan secara perlahan menambahkan unsur-unsur organik dan mikroba menguntungkan ke lahan-lahan perkebunan dan pertanian agar manusia bisa terhindar dari malapetaka polusi dan krisis pangan. Upaya pembudidayaan tanaman perkebunan dengan pola organik merupakan usaha guna mendapatkan bahan pangan tanpa unsur kimia berlebihan, ramah lingkungan dan sehat tentunya.

Hasil uji coba pupuk kimia dan pupuk organik, ternyata manfaatnya lebih banyak dihasilkan pupuk organik. Biaya produksinya lebih murah, penggunaanmya lebih sederhana, harganya pun terjangkau dan lebih penting dampaknya lebih berjangka panjang. Hal yang terpenting, pupuk organik dan hayati mampu menjaga keberadaan unsur hara di dalam tanah, sehingga terjadi keseimbangan yang diharapkan.

 

Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme Tanah

Pupuk hayati biasanya mengandung mikroba ‘baik’ yang dapat mendegradasi bahan organik sehingga mampu menyediakan unsur hara yang dapat diserap tanaman dan menghasilkan enzim alami dan vitamin yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Pupuk hayati yang baik harus mengandung mikroorganisme lokal (indegenous) unggul. Setiap aplikasi pupuk hayati  akan meningkatkan populasi dan aktivitas mikroba  dalam tanah. Mikroba aktif yang terkandung dalam pupuk hayati seperti Azotobacter dan Azospirillum merupakan mikroba penting yang berfungsi menambat Nitrogen (N) bebas dari udara dan menghasilkan hormon tumbuh alami serta mampu menghasilkan asam amino; Bacillus yang merupakan bakteri yang memiliki fungsi melarutkan Phosphat (P) dan Kalium (K) dari ikatan koloid tanah, mengurai residu kimia dan mengikat logam berat; Lactobacillus, berperan menguraikan materi organik dan menyediakan hara mineral;  Aspergillus, merupakan jamur yang dapat mengikat Phosphat dan menghasilkan enzim, serta beberapa mikroba penting dalam menghasilkan asam amino, enzim alami dan vitamin serta menghasilkan zat patogen sebagai pestisida hayati seperti jamur Trichoderma dan Mikoriza.

Mikroba yang ditambahkan dalam tanah dapat membantu proses penggemburan tanah dan mengubah zat dan materi organik menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman. Penggunaan pupuk hayati dapat meningkatkan simbiosis mutualisme antara tanaman dan mikroorganisme yang menguntungkan. Semakin sering mengaplikasikan pupuk hayati  ke tanah menyebabkan tanah makin subur dan menyebabkan pemupukan menjadi hemat.

Pupuk terbaik semacam ini sudah banyak di pasaran dengan kemasan yang baik dan formulasi yang lengkap. Beberapa produk pupuk seperti Bioenzim dan Natura sudah mengandung formulasi mikroba aktif yang terbaik untuk meningkatkan kandungan mikroba unggul dalam tanah.

Bahkan sudah dikembangkan pupuk kombinasi kimia dan biologis yang berimbang dan unggul. Berdasarkan uji laboratorium Bioteknologi ITB, formulasi pupuk yang dikembangkan PT. Satya Agrindo Perkasa, yaitu NPK Hi-Grade plus OBH dengan penerapan teknologi produksi yang modern terbukti terbukti sudah menggabungkan nutrisi makro NPK yang berimbang dengan mikroba-mikroba terbaik untuk meningkatkan kesuburan dan keefektifan penyerapan nutrisi untuk tanaman, sehingga mampu meningkatkan produktivitas perkebunan secara bertahap.

Alhasil pupuk yang mengkombinasikan nutrisi berimbang  dan mikroba aktif akan menyebabkan tanah menjadi gembur. Tanah yang gembur akan memiliki pori-pori lebih banyak guna mensuplai nutrisi dan menyimpan air tanah untuk kebutuhan tanaman. Bahkan  saat musim kemarau sekalipun, tanah mampu menyediakan air. Sementara pada musim hujan, tanah bahkan mampu menahan air, sehingga resiko erosi dan banjir dapat dieliminir.

 

Meningkatkan Daya Tahan Tanaman

Pada dasarnya prinsip pengendalian hama dan penyakit dalam sistem pertanian organik adalah keterpaduan yang lebih menekankan aspek keseimbangan alam. Ketika agroekosistem berhasil dikelola secara seimbang, maka ongkos pengendalian menjadi lebih murah. Keseimbangan alami antara serangga hama dan musuh alami sering dikacaukan oleh penggunaan insektisida kimia yang hanya satu jenis.

Cara pengendalian hama yang dikembangkan dalam pertanian organik dengan memanfaatkan pestisida biologi dan pestisida botani, antara lain menggunakan musuh alami, penggunaan varietas resisten, cara fisik dan mekanis, dan cara kultur teknis.

Di samping itu, kandungan hormon tumbuh alami dalam pupuk kombinasi dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit dan hama. Demikian juga dengan kehadiran jamur Trichoderma dan Mikoriza dalam pupuk kombinasi mampu mengatasi beberapa jenis serangga hama dan patogen penyebab busuk akar, seperti Ganoderma pada tanaman sawit, Phytopthora pada kakao dan Fusarium yang menyerang banyak tanaman hortikultura.  Bahkan jamur Trichoderma berfungsi selain sebagai anti hama hayati juga berperan sebagai penyedia nutrisi alami untuk tanam. Demikian juga jamur Mikoriza  merupakan jamur yang sangat bermanfaaat untuk meningkatkan penyerapan unsur hara terutama  Phosphat, mampu menyimpan air dan juga berperan menahan patogen-patogen di akar.

 

Menghemat Biaya

Penggunaan pupuk  dan pestisida kimia pada lahan pertanian selama ini bukan saja menyebabkan kerusakan pada tanah, tapi dapat menambah beban produksi, karena mahalnya pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk kombinasi dengan  memadukan  pupuk kompos/ pupuk organik membuat biaya yang dikeluarkan kebun jauh lebih kecil.

Penggunaan pupuk kombiansi dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan pupuk kimia secara bertahap. Di samping itu penggunaan pestisida kimia pun harus ditiadakan, sehingga beban pekebun dan petani untuk pengadaan pupuk dan pestisida kimia dapat dikurangi hingga seratus persen.

Pertanian organik, adalah solusi tepat yang harus dikerjakan untuk memecahkan banyak masalah dalam pertanian dan perkebunan Kelapa Sawit. Paradigma pertanian harus dirubah secara radikal. Kita harus kembali pada konsep pertanian alami. Khususnya mengenai penggunaan pupuk dan pembasmi hama dan penyakit. Penggunaan pestisida, herbisida dan fungisida harus diminialisasi sampai ke tingkat mendekati nol. Penggunaan pupuk harus dikembalikan lagi pada penggunaan pupuk kompos dan pupuk kombinasi secara bertahap.

Sistem pertanian yang berpijak pada kesuburan tanah sebagai kunci keberhasilan produksi, dimana sangat memperhatikan kemampuan alami dari tanah, tanaman, dan hewan pasti akan menghasilkan kualitas yang baik bagi produk pertanian dan perkebunan  serta maupun menjaga keseimbangan lingkungan.

*) Owner dan Peneliti pada NATURA BioResearch dan praktisi pertanian organik

About Kabelan Kunia

NATURA go Organic... Halal, sehat dan ramah lingkungan

Posted on November 20, 2015, in Tulisanku, Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: